Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog
mamatth

Yuk Jelajah Museum Angkut Kota Batu Malang

May 8 2016 , Written by admin

Yuk Jelajah Museum Angkut Kota Batu Malang

Ketika Anda sekeluarga berlibur di kota Batu Malang, tentulah tidak lengkap jika tidak mengunjungi wahana wisata terbaru di kota Apel ini yakni Museum Angkut.

Ya, museum angkut memang museum yang memamerkan berbagai alat transportasi kuno dan modern dari berbagai belahan dunia, mulai dari transportasi darat, laut dan udara. Dengan setting sesuai zona masing-masing, Anda dan rombongan akan dibawa menjelajahi setiap zona dengan alat transportasi masing-masing.

Zona Edukasi

Setelah membayar harga tiket (baca: Museum Angkut Resmi Dibuka) Anda akan memasuki zona pertama, yakni Zona Edukasi. Di sini dipamerkan berbagai macam mobil, motor dan alat transportasi lain seperti mobil Presiden RI pertama Soekarno seri Chrysler Windsor Deluxe, kemudian juga ada motor-motor jaman dulu.

Tidak ketinggalan mobil sport Porsche dan pembalap F1 tampil di zona ini. Becak-becak Nusantara, bemo, hingga kereta kuda juga ikut meramaikan zona edukasi di Museum Angkut ini.

Museum Angkut memajang puluhan mobil antik seperti Alfa Romeo keluaran tahun 1966, Bentley tahun 1957, dan Chrysler Windsor Deluxe produksi 1952. Bagi Anda yang penasaran dengan mobil listrik milik Menteri BUMN Dahlan Iskan, Tuxuci, dan mobil listrik karya SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, bisa Anda nikmati pula di sini.

Bahkan di museum ini diisi kurang lebih 300 unit kendaraan mewah pada masanya. Untuk pengadaan sejumlah kendaraan kuno tersebut, pengelola Museum Angkut mendatangkan langsung kendaraan-kendaraan tersebut dari negara asalnya seperti Amerika Serikat, Italia, Australia, Jerman, Inggris, dan Jepang.

Zona Pecinan dan Batavia

Sesuai dengan namanya, Anda dan rombongan akan menikmati alat-alat transportasi pada masa Batavia dahulu. Di Zona Pecinan, berbagai angkutan khas Indonesia seperti gerobak, sepeda onthel lengkap dengan keranjang yang berisi barang-barang dagangan, dokar, becak, oplet sampai sepeda motor di era 1940-an, hadir menghidupkan suasana layaknya berada di Pecinan ala Indonesia.

Sedangkan Zona Batavia menyuguhkan suasana pelabuhan Sunda Kelapa dan Stasiun Jakarta Kota tempo dulu yang dibuat dengan latar awal abad ke-19. Di zona ini ditampilkan keramaian pelabuhan dengan suasana jual beli, becak, pedati, bemo, dan sejumlah angkutan pada zaman tersebut.

Artikel Lainnya :

http://mafiaharga.com/292-harga-tiket-dufan-terbaru/

http://mafiaharga.com/306-harga-tiket-masuk-museum-angkut/

http://mafiaharga.com/304-harga-tiket-masuk-kampung-gajah-terbaru/

http://mafiaharga.com/312-harga-tiket-masuk-jungleland-terbaru/

http://mafiaharga.com/310-harga-tiket-masuk-taman-safari-terbaru/

http://mafiaharga.com/314-harga-tiket-masuk-tmii-terbaru/

http://mafiaharga.com/320-harga-tiket-masuk-waterboom-lippo-cikarang-terbaru/

http://mafiaharga.com/308-harga-tiket-masuk-ocean-park-bsd/

http://mafiaharga.com/316-harga-tiket-masuk-trans-studio-bandung-terbaru/

http://mafiaharga.com/318-harga-tiket-masuk-water-kingdom-mekarsari-terbaru/

http://mafiaharga.com/294-harga-tiket-jatim-park-2-terbaru/

Share this post

Repost 0

Comment on this post